
PURWOREJO - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah menyerahkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Garam Jetis Kabupaten Purworejo dalam rangkaian kegiatan Purworejo Expo 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (11/2).
Sertifikat Indikasi Geografis tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, kepada Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Jetis, Marsino, serta disaksikan oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Turut hadir mendampingi Kepala Kantor Wilayah, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Agustinus Yosi Setiawan.
Penyerahan ini menjadi momentum penting dalam upaya pelindungan kekayaan intelektual sekaligus penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Purworejo.
Dalam keterangannya, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, menyampaikan bahwa terbitnya Sertifikat Indikasi Geografis Garam Jetis bukan sekadar bentuk pengakuan hukum, tetapi juga langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Indikasi Geografis ini bukan hanya perlindungan atas nama dan produk, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan daya saing, menjaga kualitas, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
“Kami berharap Garam Jetis semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petambak serta penguatan ekonomi lokal,” tambahnya.
Indikasi Geografis merupakan salah satu rezim Kekayaan Intelektual yang berperan strategis dalam melindungi produk unggulan daerah yang memiliki karakteristik khas, reputasi, dan kualitas tertentu yang dipengaruhi oleh faktor geografis serta kearifan lokal.
Perlindungan ini memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak.
Wilayah Jetis di Kabupaten Purworejo telah lama dikenal sebagai sentra produksi garam rakyat. Garam Jetis merupakan produk unggulan daerah yang lahir dari proses panjang pengelolaan sumber daya alam, pengetahuan lokal, serta keterampilan petambak yang diwariskan secara turun-temurun.
Garam Jetis memiliki karakteristik berwarna putih, bersih, alami dan sehat serta tembus pandang, tidak berwarna dan tidak berbau, serta memiliki rasa asin yang khas.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Purworejo dalam sambutannya menekankan bahwa Purworejo Expo 2026 merupakan ajang promosi dan pengenalan potensi daerah, khususnya produk-produk unggulan, kepada masyarakat luas.
Bupati menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk semata, tetapi juga mampu memperluas jejaring usaha, membuka peluang kerja sama, serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha guna memperkuat ekonomi lokal yang berkelanjutan.
