
Semarang – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah kembali menyelenggarakan kegiatan Kajian Rabu Taqwa yang berlangsung di Masjid Al-Hikmah Kemenkum Jateng, Rabu (14/01/2026). Kegiatan keagamaan rutin ini diikuti oleh pegawai dan jamaah dengan penuh khidmat sebagai upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kajian kali ini menghadirkan Ustadz Hamzah Saifullah sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, Ustadz Hamzah menekankan bahwa nikmat iman merupakan nikmat terbesar yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia, karena tanpa iman seluruh kenikmatan dunia tidak akan memiliki nilai hakiki di sisi Allah.
Ia menyampaikan bahwa berbagai kenikmatan seperti pekerjaan, keluarga, kesehatan, dan kelapangan hidup sejatinya adalah karunia Allah SWT yang patut disyukuri dengan meningkatkan ketaatan dan ibadah kepada-Nya. Selain itu, Ustadz Hamzah juga mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari ujian dan permasalahan.
“Ujian bukanlah tanda kebencian Allah SWT kepada hamba-Nya, melainkan sarana untuk menguatkan iman dan ketakwaan. Setiap mukmin pasti akan diuji, dan ujian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang beriman,” ujar Ustadz Hamzah Saifullah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keimanan seseorang dapat mengalami naik dan turun, sehingga perlu senantiasa dijaga dan dipelihara. Godaan dunia dan fitnah zaman, menurutnya, dapat melemahkan iman apabila tidak diantisipasi dengan baik melalui ibadah, ilmu, dan lingkungan yang saleh.
Dalam kajiannya, Ustadz Hamzah juga meneladani kisah Mush’ab bin Umair sebagai contoh nyata keteguhan iman dan pengorbanan luar biasa. Dari kehidupan mewah menuju kesederhanaan demi Islam, keteguhan dalam menghadapi siksaan, dakwah yang penuh hikmah hingga gugur sebagai syahid di Perang Uhud, Mush’ab bin Umair menjadi teladan pemuda yang menjual dunia untuk akhirat serta duta Islam pertama yang disegani.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga dan mendidik anak-anak agar taat kepada Allah sejak dini. Anak yang dibiasakan taat, menurutnya, akan tumbuh dengan iman yang kuat dan memiliki pegangan hidup yang jelas dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Al-Qur’an harus menjadi bagian utama dalam pendidikan anak. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi dipelajari, dipahami, dan diamalkan. Jika didekati dengan sungguh-sungguh, Al-Qur’an akan menjadi petunjuk hidup, penenang hati, serta sumber keberkahan di dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Melalui Kajian Rabu Taqwa ini, diharapkan seluruh peserta dapat semakin mensyukuri nikmat iman serta mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
#KemenkumJateng #KementerianHukum #LayananHukumMakinMudah
