
Semarang — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah kembali menggelar Kajian Rabu Taqwa pada Rabu (28/1/2026), bertempat di Masjid Al-Hikmah, Jl. Dr. Cipto Nomor 64 Semarang. Kegiatan pembinaan rohani ini menghadirkan Ustadz Hamzah Saifullah sebagai pemateri dan diikuti oleh para jamaah dengan penuh khidmat dan antusias.
Dalam kajiannya, Ustadz Hamzah Saifullah menyampaikan bahwa dalam Islam terdapat tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat, saat tidak ada naungan selain naungan-Nya.
“Salah satu golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat adalah hamba yang hatinya terpaut dengan masjid. Ketika mendengar panggilan Allahu Akbar, Allahu Akbar, ia segera memenuhi seruan tersebut dan bergegas menuju masjid,” ujar Ustadz Hamzah Saifullah.
Beliau menjelaskan bahwa sikap tersebut mencerminkan kesadaran seorang hamba bahwa kehidupan tidak hanya berhenti di dunia, melainkan berlanjut hingga kehidupan akhirat. Oleh karena itu, setiap perbuatan yang dilakukan hendaknya dilandasi dengan niat dan harapan untuk meraih rida Allah.
Lebih lanjut, Ustadz Hamzah menegaskan bahwa takwa merupakan amal saleh yang didasari oleh ilmu. Seseorang yang ingin menjadi hamba yang bertakwa harus memiliki pemahaman agama yang benar serta rasa takut yang hanya ditujukan kepada Allah semata. Demikian pula dalam meninggalkan larangan-Nya, hal tersebut harus dilakukan atas dasar ilmu, bukan sekadar kebiasaan atau ikut-ikutan.
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kalian berada, dan tinggalkan apa yang dilarang-Nya,” ujar Ustadz Hamzah.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Hamzah juga menekankan pentingnya ilmu sebagai jalan meraih kebahagiaan.
“Barang siapa menginginkan kebahagiaan dunia, hendaklah ia meraihnya dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan kebahagiaan akhirat, maka hal itu pun harus ditempuh dengan ilmu,” ujar Ustadz Hamzah Saifullah.
Untuk mencapai kebahagiaan sejati, lanjutnya, seseorang harus memahami cara bertakwa, dan pemahaman tersebut hanya dapat diraih melalui proses belajar yang berkelanjutan.
Ustadz Hamzah menegaskan bahwa kebutuhan manusia terhadap ilmu agama lebih besar daripada kebutuhan terhadap makanan dan minuman, karena kebutuhan akan ilmu hadir di setiap hembusan napas. Ibadah seperti salat, apabila tidak dibekali dengan ilmu, berpotensi kehilangan makna dan kesempurnaannya.
Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu, sebagaimana dijanjikan dalam Al-Qur’an.
Ustadz Hamzah juga menyampaikan bahwa Al-Qur’an akan memberikan manfaat apabila seorang hamba mempersiapkan tiga hal. Pertama, menyiapkan hati agar siap menerima nasihat, karena orang yang paling merugi dalam berdakwah adalah mereka yang mampu menasihati orang lain, tetapi tidak mampu menasihati dirinya sendiri. Kedua, menyiapkan pendengaran, sebab tanpa fokus, kecil kemungkinan memperoleh manfaat dari Al-Qur’an. Ketiga, menghadirkan diri sepenuhnya, yaitu fokus dan bersungguh-sungguh dalam belajar agama dan Al-Qur’an.
Kajian Rabu Taqwa ini merupakan bagian dari pembinaan rohani Kanwil Kementerian Hukum Jawa Tengah guna meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan pemahaman keagamaan sebagai bekal spiritual dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
#KemenkumJateng #KementerianHukum #LayananHukumMakinMudah
