*Kakanwil Kemenkum Jateng : Kepemimpinan dan Sinergi Kunci Kinerja Organisasi*
SEMARANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Manajerial dan Non Manajerial, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris, serta Notaris Pengganti, Selasa (06/01).
Sebanyak lima orang Pejabat Manajerial dan Non Manajerial dilantik dalam kegiatan tersebut, termasuk satu Pejabat Administrator yang dipercaya menjabat sebagai Kepala Balai Harta Peninggalan (BHP). Selain itu, turut diambil sumpah lima orang PPNS, satu orang PAW Anggota MPD Notaris, serta satu orang Notaris Pengganti. Kegiatan yang digelar di Aula Kresna Basudewa Kanwil Kemenkum Jawa Tengah ini juga dilangsungkan secara hybrid melalui zoom meeting.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik merupakan aparatur sekaligus profesional yang telah diberikan kepercayaan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.
“Sebagai aparatur sekaligus profesional, Saudara telah diberikan kepercayaan untuk melaksanakan tugas dan fungsi jabatan dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Kepada Pejabat Administrator yang menjabat sebagai Kepala BHP, Kakanwil berpesan agar mampu membangun tim kerja yang solid demi mewujudkan kinerja terbaik.
“Saya berpesan agar Saudara mampu membangun tim yang solid dalam rangka mewujudkan kinerja terbaik bagi Balai Harta Peninggalan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi jajarannya.
“Sebagai seorang pemimpin, Kepala BHP harus menjadi _role model_ dan inspirator, tidak hanya bagi jajaran internal tetapi juga bagi pejabat pengawas,” pesan Heni..
Lebih lanjut, Kakanwil menekankan pentingnya sinergi dan keselarasan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.
“Kinerja itu merupakan _output_ bersama. Perlu diingat bahwa keberhasilan satu jabatan akan memengaruhi keberhasilan jabatan lainnya,” katanya.
Kepada para PPNS yang baru dilantik, Kakanwil mengingatkan agar kewenangan yang dimiliki dapat dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak melampaui batas.
“PPNS memiliki kewenangan khusus yang tidak dimiliki PNS lainnya karena diberikan langsung oleh undang-undang. Oleh karena itu, laksanakan kewenangan tersebut secara profesional, proporsional, dan tidak melampaui ketentuan yang diberikan,” pesannya.
Ia juga menegaskan pentingnya integritas dalam pelaksanaan tugas PPNS.
“Sadari, pahami, dan laksanakan tugas dengan penuh integritas sesuai peraturan perundang-undangan. Tantangan dan hambatan di lapangan dapat dihadapi sepanjang seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan hukum,” ujar Kakanwil.
Sementara itu, kepada PAW Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris dan Notaris Pengganti, Kakanwil mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan dan martabat jabatan notaris.
“Saudara tidak bekerja sendiri. Majelis Pengawas Daerah memiliki tugas menjaga martabat dan kehormatan notaris. Jika terdapat pelanggaran hukum atau kode etik, MPD memiliki kewenangan untuk mengingatkan dan melakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Ia pun mendorong terjalinnya komunikasi yang baik di dalam tim Majelis Pengawas Notaris Daerah.
Melalui pelantikan ini, Kakanwil berharap seluruh pejabat dan unsur yang dilantik dapat segera beradaptasi, bekerja secara profesional, serta memberikan kontribusi optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Hukum di wilayah Jawa Tengah.
Hadir sebagai saksi, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Toni Sugiarto serta Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Agustinus Yosi S. Tampak pula mengikuti prosesi para pendamping peserta pelantikan.
