
Semarang – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah kembali menggelar program rutin Kajian Kamis Taqwa, Kamis (12/06), yang menghadirkan Ustaz Hamzah Saifullah sebagai penceramah. Dalam kajian yang berlangsung di Masjid Al-Hikmah tersebut, Ustaz Hamzah mengangkat tema pentingnya mempelajari sejarah dan kisah orang-orang terdahulu sebagaimana yang telah diceritakan dalam Al-Qur’an.
Dalam ceramahnya, Ustaz Hamzah menyampaikan bahwa Allah SWT memberikan pelajaran kepada manusia melalui berbagai cara, salah satunya melalui kisah-kisah yang tertuang dalam Al-Qur’an. Kisah para nabi, rasul, dan juga kaum yang durhaka seperti Qarun dan Firaun, bukanlah sekadar cerita untuk disampaikan kepada generasi penerus, melainkan menjadi pengingat dan pelajaran bagi seluruh umat manusia.
Ia menegaskan pentingnya bagi seorang muslim untuk membaca, mendengar, dan memahami cerita orang-orang terdahulu. Menurutnya, sejarah bukan hanya sekadar catatan masa lampau, melainkan sumber hikmah yang aplikatif bagi kehidupan saat ini.
“Penting kita melihat sejarah kehidupan nabi dan orang terdahulu sebagai pelajaran. Ambillah pelajaran dari kehidupan mereka agar dapat kita praktekkan dalam kehidupan kita sendiri,” ujarnya.
Ustaz Hamzah juga mengutip nasihat dari Imam Ahmad yang menyatakan bahwa manusia lebih membutuhkan ilmu dibandingkan makanan dan minuman. Karena makan dan minum hanya dibutuhkan sekali atau dua kali sehari, sedangkan ilmu dibutuhkan setiap saat.
Dalam kesempatan itu, Ustaz juga mengisahkan beberapa perjalanan hidup para nabi seperti Nabi Musa, Isa, Yusuf, hingga Nabi Muhammad SAW. Kisah-kisah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa tidak ada satu pun manusia yang hidup tanpa ujian dari Allah. Oleh karena itu, umat Islam harus menjadikan cerita-cerita itu sebagai motivasi dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
