SEMARANG - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan melakukan peninjauan salah satu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (28/08).
Mewakili Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, Kepala Kantor Wilayah Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo bersama Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Tjasdirin dan Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Deni Kristiawan hadir mendampingi peninjauan.
Kakanwil bergabung bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, para pejabat dari kementerian/lembaga terkait, dan para direktur utama Badan Usaha Milik Negara.
Di awal peninjauannya, Menko Bidang Pangan berkeliling meninjau layanan-layanan yang tersedia pada Koperasi Merah Putih Kelurahan Gedawang. Tak hanya layanan, produk-produk unggulan yang dipresentasikan oleh Ketua Koperasi juga menjadi atensinya. Zulhas menilai, Koperasi Merah Putih Kelurahan Gedawang sudah layak dan siap untuk beroperasi.
Dalam arahannya, Menko Bidang Pangan menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih berbeda dengan koperasi pada masa lalu. Menurutnya, koperasi merah putih merupakan sarana pemberdayaan masyarakat.
“Berbeda dengan yang dulu-dulu, intinya Koperasi Merah Putih adalah pemberdayaan. Ini salah satu pondasi agar negara menjadi kuat, karena negara yang kuat itu CEO-nya ada di sini, di rakyat,” ujar Zulhas.
Ia menekankan pentingnya menjadikan desa dan kelurahan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Dari sana diharapkan lahir para pengusaha baru dan UMKM yang saling terhubung melalui koperasi.
“Dari desa kelurahan itu lahir pengusaha, karena koperasi menjadi pusat UMKM. Nanti seluruh koperasi merah putih di seluruh wilayah Indonesia akan saling menyambung,” jelasnya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, Zulhas mendorong agar koperasi juga mengembangkan produk-produk unggulan lokal.
“Saya juga menyarankan agar Koperasi Merah Putih tidak hanya menyediakan sembako saja. Ada bakso yang keren, ada keripik yang enak, ada kerajinan yang bagus. Itu semua hasil dari kreativitas desa kelurahan,” imbuhnya.
Menurutnya, negara bisa maju bila rakyatnya cerdas, produktif, dan kreatif. Untuk itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi koperasi dengan BUMN serta perbankan sebagai mitra strategis.
“Kolaborasi itu penting. Tolong dipermudah agar koperasi bisa bermitra dengan BUMN dan perbankan,” katanya.
Penutup, Zulhas menilai keberadaan koperasi mampu memotong rantai pasok yang panjang sehingga harga kebutuhan pokok menjadi lebih terjangkau.
“Kalau masyarakat beli gula, gas, minyak goreng, atau pupuk langsung di koperasi, mereka tidak akan kena tengkulak. Kalau di desa/kelurahan, masyarakat jika beli pupuk itu tidak kena tengkulak,” tegasnya.
Sementara itu, Kakanwil Heni menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, koperasi yang sehat juga membutuhkan kepastian hukum dalam tata kelola maupun perlindungan usaha.
“Kami di Kemenkum siap mendukung dari sisi regulasi dan layanan hukum agar koperasi dapat berkembang dengan baik. Dengan tata kelola yang sesuai aturan, koperasi akan lebih dipercaya oleh masyarakat maupun mitra,” ujar Heni.
Sebagai penutup, Ia berharap kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih benar-benar bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk maju dan sejahtera bersama.