Semarang – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah kembali menyelenggarakan Kajian Rabu Taqwa di Masjid Al-Hikmah, Rabu (27/8). Kajian kali ini mengangkat tema tentang keteladanan Rasulullah Muhammad SAW, khususnya sifat shiddiq atau kejujuran yang menjadi teladan bagi seluruh umat Islam.
Dalam pemaparan kajian, disampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan sosok dengan akhlak mulia yang tercermin dalam setiap ucapan dan tindakannya. Sifat shiddiq menjadikan beliau pribadi yang dapat dipercaya sejak usia muda, bahkan sebelum menerima wahyu. Kejujuran inilah yang membuat Rasulullah digelari Al-Amin oleh masyarakat Mekkah.
Banyak peristiwa yang mengukuhkan sifat shiddiq pada diri Rasulullah SAW. Salah satu yang paling terkenal adalah ketika beliau menerima wahyu pertama di Gua Hira. Ketika beliau memberitakan wahyu tersebut kepada masyarakat Mekkah, meskipun sebagian besar orang menolak, mereka tidak pernah menuduh beliau berdusta. Sebab, mereka tahu bahwa Muhammad SAW adalah orang yang paling jujur dan dapat dipercaya.
“Dengan meneladani sifat shiddiq, kita diajarkan untuk selalu berkata dan bertindak sesuai kebenaran, baik dalam keadaan mudah maupun sulit,” terang Ustaz Hamzah Saifullah.
Lebih lanjut ia menegaskan, sifat shiddiq adalah fondasi dalam membangun hubungan sosial yang harmonis, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 69 tentang golongan orang-orang yang menaati Allah dan Rasul-Nya yang kelak bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
Hamzah juga menukil hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim: “Kejujuran senantiasa membawa kita kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kita ke surga.”
Melalui kajian ini, diharapkan seluruh pegawai Kanwil Kemenkum Jawa Tengah dapat mengambil hikmah untuk senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan dapat dipercaya dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.