
Semarang – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan Kajian Rabu Taqwa yang berlangsung di Masjid Al Hikmah Kanwil Kemenkum Jateng. Kajian kali ini menghadirkan Ustaz Budi Santoso Afrizal yang menyampaikan tausiah untuk merenungkan niat Ramadhan pada sepuluh hari terakhir, Rabu (11/03)
Dalam ceramahnya, Ustaz Budi mengajak jamaah untuk kembali merenungi tujuan utama dipertemukannya umat Islam dengan bulan suci Ramadhan. Ia mengingatkan bahwa banyak orang memohon kepada Allah SWT agar diberikan umur panjang agar dapat kembali bertemu Ramadhan, sehingga kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Ustaz Budi menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan menghidupkan malam-malamnya. Menurutnya, hal tersebut menjadi teladan bagi umat Islam agar meningkatkan kualitas ibadah pada penghujung Ramadhan.
“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Allah memberikan rahmat bagi hamba-Nya, membuka pintu surga selebar-lebarnya, menutup pintu neraka, dan setan pun dibelenggu. Karena itu di bulan ini Allah memudahkan kita untuk melakukan ketaatan dan meminimalisir kemaksiatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri. Pada masa inilah Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah karena setiap amal manusia dinilai dari bagaimana akhirnya. Oleh karena itu, umat Islam selalu memohon kepada Allah agar diberikan khusnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Budi juga mengingatkan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar yang terdapat pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Malam tersebut disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
“Marilah kita mengejar sepuluh malam terakhir Ramadhan, karena di dalamnya terdapat satu malam terbaik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadar. Sebagai muslim yang cerdas kita harus mampu memaksimalkan waktu untuk beribadah,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar diyakini lebih berpeluang terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Karena itu, umat Islam diimbau untuk meningkatkan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Menutup tausiahnya, Ustaz Budi mengajak seluruh jamaah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.
“Siapa yang mendapatkan Lailatul Qadar akan diberikan kebaikan yang besar. Ini kesempatan emas yang perlu kita maksimalkan. Jangan sampai sepuluh malam terakhir Ramadhan berlalu begitu saja tanpa kita isi dengan ibadah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Kajian Rabu Taqwa ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan pegawai Kanwil Kementerian Hukum Jawa Tengah sekaligus menjadi pengingat untuk memaksimalkan ibadah pada penghujung bulan suci Ramadhan.
#KementerianHukum #LayananHukumMakinMudah #KemenkumJateng #NyamanBersama
