
SEMARANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah kembali menyelenggarakan kegiatan Rabu Taqwa yang dilaksanakan di Masjid Al-Hikmah pada Rabu (22/04).
Kegiatan ini diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Hamzah Saifullah yang mengangkat tema tentang pentingnya mengingat kematian dan memperkuat ketergantungan kepada Allah SWT.
Kegiatan yang rutin digelar setiap hari Rabu ini diikuti oleh para pegawai di lingkungan Kanwil Kementerian Hukum Jawa Tengah sebagai upaya pembinaan mental dan spiritual.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Hamzah Saifullah menyampaikan hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dari Malaikat Jibril sebagai pengingat bagi umat manusia.
Mengawali ceramahnya, ia menegaskan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan setiap manusia pasti akan menghadapi kematian.
"Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau pasti akan mati. Cintailah siapa pun yang engkau kehendaki, namun engkau pasti akan berpisah dengannya, dan berbuatlah sesukamu karena engkau akan mendapatkan balasannya," ujarnya mengutip hadis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa manusia sering kali lalai terhadap kepastian tersebut. Padahal, mengingat kematian merupakan kunci agar seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih bijak dan penuh persiapan.
Ia juga mengisahkan bagaimana para sahabat Nabi, termasuk Umar bin Khattab, sempat terguncang saat Rasulullah ﷺ wafat, hingga akhirnya ditenangkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Selain itu, Ustadz Hamzah Saifullah juga mengingatkan bahwa kecintaan terhadap dunia tidaklah kekal. Segala hal yang dimiliki manusia, baik harta, keluarga, maupun jabatan, pada akhirnya akan ditinggalkan.
"Apa pun yang kita cintai di dunia ini pasti akan berpisah dengan kita. Jangan sampai hati kita terlalu bergantung pada sesuatu yang tidak abadi," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap perbuatan manusia akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Oleh karena itu, setiap individu harus berhati-hati dalam bertindak serta senantiasa memperbanyak amal kebaikan.
Dalam bagian akhir tausiyah, Ustadz Hamzah Saifullah menyampaikan kisah penuh hikmah dari Harun Ar-Rasyid sebagai pengingat bahwa manusia tidak memiliki kuasa atas takdir kehidupan.
Ia menceritakan bagaimana seorang pemuda datang dan menasihati sang khalifah tentang kematian yang pasti datang kepada setiap manusia, tanpa terkecuali raja sekalipun. Mendengar nasihat tersebut, Harun Ar-Rasyid tersentuh hingga meneteskan air mata.
"Ada seorang pemuda yang berkata kepada Harun Ar-Rasyid, ‘Wahai raja, semua yang engkau miliki akan ditinggalkan, dan engkau pun akan mati seperti manusia lainnya.’ Mendengar itu, sang raja menangis,” tutur Ustadz Hamzah.
Setelah itu, lanjutnya, sang raja menawarkan hadiah kepada pemuda tersebut. Namun pemuda itu justru mengajukan tiga permintaan yang tidak mungkin dipenuhi oleh manusia.
"Ia berkata, ‘Jika engkau ingin memberiku sesuatu, maka tambahkan umurku. Jika tidak bisa, perintahkan seluruh pasukanmu untuk menjagaku dari malaikat maut. Jika itu pun tidak mampu, maka janjikan aku masuk surga dan selamat dari siksa neraka.’ Maka raja pun semakin menangis, karena ia tidak mampu memenuhi satu pun permintaan tersebut,” sambungnya.
Dari kisah tersebut, Ustadz Hamzah menegaskan bahwa manusia, setinggi apa pun kedudukannya, tetap memiliki keterbatasan dan tidak memiliki kuasa atas kehidupan maupun kematian.
"Jika meminta, mintalah kepada Allah. Jika memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah, karena hanya Dia yang mampu memberikan segalanya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Rabu Taqwa ini, Kanwil Kementerian Hukum Jawa Tengah berharap dapat terus membangun karakter pegawai yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
#KementerianHukum #LayananHukumMakinMudah #KemenkumJateng #KitaMulaiCaraBaru
