
SEMARANG - Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah secara konsisten berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) baik itu fisik maupun mental.
Yang terbaru, melalui kerja sama Divisi Pemasyarakatan dan Lapas Kelas I Semarang dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Ngaliyan, Kanwil Jateng menggelar Skrining dan Psikoedukasi bagi WBP, Kamis (26/10).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Penguatan Penyelenggaraan Layanan Kesehatan Pemasyarakatan yang dilaksanakan tanggal 19 September lalu.
Kabid Pelayanan Tahanan, Perawatan Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Basan Baran dan Keamanan, Jefri Purnama, mengatakan hal ini menjadi perhatian khusus mengingat banyaknya kejadian gangguan jiwa pada WBP.
"Dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas kesehatan jiwa bagi WBP," terangnya yang pada kesempatan itu didampingi oleh Kasubid Pelayanan Tahanan, Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Khrisna Murti.
Skrining kesehatan mental dilakukan kepada 30 WBP dengan menggunakan Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20).
Pada kesempatan itu Khrisna Murti juga memberikan materi tentang SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang merupakan salah satu terapi non farmakologi dengan teknik tapping atau ketukan ringan pada titik-titik tertentu di tubuh yang dapat diterapkan secara mandiri.
Dari Puskesmas Ngaliyan turut memberikan penyuluhan kesehatan jiwa dan menyampaikan berbagai macam gangguan mental serta upaya mengatasinya.
