Jam Bersama Menkumham, Balada Anak Kolong Menggapai Cita-cita

5158213A 2707 4175 883E 75F6F50EA204

SERANG - "Jangan pernah berhenti mengejar mimpi". Sebuah kata motivasi yang klise, namun sangat related dengan kisah hidup orang-orang sukses.

Motivasi sama yang membawa Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly mampu mengejar impian masa kecilnya.

Kendati tumbuh dari keluarga yang tergolong biasa, Yasonna bisa menjadi Menteri Hukum dan HAM ke - 30 di Negara ini

"Saya ini betul-betul anak kolong," ujar Yasonna, membuka orasi pada acara Satu Jam Bersama Menkumham "Anak Kolong Menjemput Mimpi", yang berlangsung di Grand Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Kamis (06/10).

Alumnus North Carolina State University tersebut menggambarkan bagaimana kehidupan masa kecilnya yang hidup di rumah asrama kepolisian yang sangat sederhana.

"Kami tinggal di asrama asrama yang sangat kecil, dua kamar. Ayah saya tidur di kamar dengan ibu saya, dengan adik yang kecil, kami tidur di luar dekat tempat makan, di situ semua," aku Yasonna.

"Sangat kecil dan tidur berdesak-desakan. Kalau nenek datang maka kita digusur dan kita tidur di kolong," tambahnya.

Berkembang dari keluarga sederhana, ungkap Menkumham, tidak lantas membuatnya patah semangat. Yasonna kecil memiliki cita-cita yang sangat tinggi. Baginya visi, tujuan hidup dan adalah modal utama mewujudkan impian.

"Di dalam hidup, kita perlu mempunyai visi, kita perlu mempunyai tujuan," kata Yasonna.

"Sejak kecil kita sudah harus memiliki cita-cita. Harus sudah men-set your vasion in the future. What are you going to be in the future," sambungnya.

Namun tidak cukup itu, pria kelahiran Sorkam, Tapanuli Tengah tersebut mengatakan, harapan yang besar harus dibarengi dengan kerja keras.

"Tetapi anda tidak boleh hanya menggantungkan cita-cita without working hard to achieve your dream," kata Yasonna kepada audiens yang banyak diisi para mahasiswa serta taruna Poltekip dan Poltekim

"Kamu harus men-set your dream and then you work hard. Kamu melakukan segala prerequisites untuk mencapai cita-cita itu, kuliah sekolah," imbuhnya.

Yasonna juga mendeskripsikan bagaimana ia terinspirasi untuk sekolah ke luar negeri dari bacaan majalah luar. Bagaimana ia belajar Bahasa Inggris secara bertahap, step by step. Bagaimana ia mempersiapkan semuanya sejak dini.

"Maksudnya adalah mempersiapkan kalau kamu punya cita-cita ke depan. Kamu siapkan tangga-tangga untuk mencapai ke atas," ujar Menkumham.

"Kalau kamu tidak menyiapkan dirimu dan hanya membuat cita-cita tinggi, you are just a dreamer, kamu hanyalah seorang pemimpi. Tetapi kalau kamu bekerja keras untuk mencapai itu, tentu mungkin semua akan tercapai," sambungnya lagi.

Melanjutkan orasinya, Menkumham memaparkan 4 kunci untuk menjadi sukses. "

"There are 4 L yang harus saudara perhatikan untuk menjadi sukses," ujar Yasonna mengutip salah satu tulisan Steven R. Covey.

Yang pertama, menurut Yasonna adalah to Live (untuk hidup). Untuk hidup kita harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan, minum, dan berjuang untuk kehidupan fundamental kita, sebagai insan or human being.

Selanjutnya, sebagai makhluk sosial/social being, tidak cukup hanya untuk hidup, hidup juga butuh to Love (mencintai), mencintai orang tua dengan sepenuh hati, saudara, keluarga, rekan kerja, lingkungan, dan mencintai anak bangsa yang lain".

“Kalau hanya berpikir hanya diri sendiri, saudara tidak akan berhasil di kemudian hari. Cinta akan mengalahkan kebencian, cinta akan mengalahkan dendam," tuturnya.

"Dalam kehidupan sosial kita, kita harus terus mengasah cinta kasih, dalam artian menyayangi sesama. Menyayangi Tidak hanya terbatas menyayangi keluarga, di dalam lingkungan saudara perlu membangun hal-hal seperti ini agar terwujud team work yang kuat,” imbuhnya.

Kemudian Menkumham untuk jangan pernah berhenti to Learn (belajar). Belajar adalah proses ‘on going’ yang terus dilakukan dalam kehidupan. Jika ingin berhasil, Yasonna menasehati untuk tidak pernah berhenti belajar.

“Keep learning. Dimanapun, sampai kapanpun, saudara harus belajar. Perbaiki diri saudara dengan terus belajar,” ucap Yasonna.

Dan poin ke empat, lanjut Menkumham, adalah to leave a Legacy (peninggalan yang berharga), meninggalkan legacy dalam setiap jejak-jejak di mana saudara berada.

“What ever you are, leave a legacy. Harimau mati meninggalkan belang, kita mati meninggalkan legacy,” kata Yasonna.

Dalam acara itu, tampak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tejo Harwanto. Ia hadir bersama sejumlah pejabat Eselon I dan Pimpinan Tinggi Pratama Unit Pusat.

logo besar kuning
 
KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM 
PROVINSI JAWA TENGAH
PikPng.com school icon png 2780725   Jalan Dokter Cipto No.64, Kebonagung, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
PikPng.com phone icon png 604605   +62813-2759-5442
PikPng.com email png 581646   Email
    kanwil-jateng@kemenkum.go.id

 

facebook kemenkumham   twitter kemenkumham   instagram kemenkumham   linked in kemenkumham   Youtube kemenkumham   rss kemenkumham
logo besar kuning
 
KANWIL KEMENKUMHAM
PROVINSI JAWA TENGAH


Copyright © Pusat Data dan Teknologi Informasi
Kemenkum RI


    instagram kemenkumham   Youtube kemenkumham  

  Jalan Dokter Cipto No.64, Kebonagung, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
  081327595442
PikPng.com email png 581646   kanwil-jateng@kemenkum.go.id